Ini cerita tentang Berry

Thursday, May 26, 2005
Nefran testimonial
Ini testimonialnya Nefran…. Tentang kesan-kesannya berbackpackeria ke Karimun A.K.A snorkerlling, ekspresif, lucu di sisi lain cukup menyentuh bagaimana saat berjuang melawan kehendak hati menghadapi saat saat pertamakali bersentuhan dengan dunia air laut…
Ada sisi baik dari testimonial ini, moral ceritanya adalah jika kita mempunyai sifat takut terhadap sesuatu, hal itu bisa kita lawan jika kita punya niat kuat untuk mengubah ketertakutan menjadi sesuatu yang positif, tetimonial Nefran dibawah ini bisa menggambarkan awalnya begitu phobianya teman kita yang satu ini terhadap air hingga dengan keinginan dan usaha yang kuat dapat berubah rasa takut itu menjadi suatu kegembiraan…
Note: to Nefran , testimonialnya gw suka banget, jadi gw post di blognya artson biar bisa gw baca berulang ulang…thx
Nefran wrote:
[sedianya akan gue posting sebelum berangkat ke lawu. tapi karena nggak sempat, dan sekarang keburu basi, maka gue kirim untuk sonson ajahh..]

no, thanks. i do not swim. period. bertahun-tahun kemudian, kalo kebetulan mampir ke snorkeling atau diving area sendirian atau ikut temen snorkeling, kerjaan gue cuma nongkrong di pantai atau paling banter nunggu di perahu. entah itu di lombok, flores, derawan ataupun sabang yang konon kabarnya merupakan tempat-tempat berterumbu karang paling yahut di indonesia itu. kalaupun pengen banget liat ikan warna-warni, paling poll solusinya adalah naik glass-bottomed boat. tidak peduli betapa persuasifnya informasi dari petugas di diving center atau betapa mautnya racun rayuan teman yang melambai-lambai sembari berenang muter-muter bak ikan duyung ancol. pokoknya gue ogah nyemplung ke laut seujung jaripun, titik.

nyemplung di pinggiran kok ternyata enak juga yaaa... tenang nefran, tenang.. ternyata nggak menakutkan kok.. bisa ngapung.. bisa muter-muter dan meluncur di air yang jernih... walaupun asli masih sambil gelagepan tapi terasa nikmat euy... ada ikan kecil-kecil kejar-kejaran.. ada bulu babi jejer-jejer di bawah sana... hehehehe... lucu-lucu... lima menit... sepuluh menit... gue meluncur ke bagian samping penginapan. dan atas ijin pak joko, gue nyemplung ke kolam ikan sambil terus mempelajari teknik pernapasan. uhuk-uhuk.. (keselek air asin terus nggak papa, man..) diketawain dede karena gue ngomong pake selang.. (nggak peduli..) ketauan kampungan dikit.. (masa bodo..) yang jelas rasanya great! superb! toob markotobbb abisss! sueerrrrr! (kali seperti nyemplung di akuarium atau di kolam sentuh seaworld yee!) bisa ngasih makan ikan dari dalam kolam.. (hebat!) ngejar-ngejar ikan sambil berenang mondar-mandir.. (luarbiasa sensasinya...!) whoooaaa...! whooooaaaaaa...! (soriii ayaaa, ikannya pada lariii nggak bisa difotoo.. hehehehe...)
a new breed of richard sam bera has born! ...atau paling tidak begitulah rasanya... target dari program hari kedua adalah berusaha menemukan seorang pesnorkel profesional, menempelnya secara intensif, mencontek abis teknik gerakannya, dan berharap kalaupun tiba-tiba tenggelam semoga sang pelatih cukup manusiawi untuk menyelamatkan muridnya ini. malangnya david hasselhoff dan pamela anderson nggak ada dalam daftar peserta tour de karimun yaa... tapi thank god ternyata di sana ada satu orang yang punya bodi perenang handal dan punya snorkeling gear yang meyakinkan. hehehe.. jadilah gue tempel si berry yang pake wetsuit itu. (wet suit! sedangkan gue cuma modal kaos dan kolor doang..) kursus kilat dari dia membuat gue makin konfiden berenang agak ke tengah di perairan pulau menjangan kecil -- memisahkan diri dari rombongan pesnorkel amatir lainnya. sampai ke batas akhir deretan terumbu kembali berubah jadi pasir dan dasar laut mulai gelap nggak keliatan lagi... sampai batas kekuatiran mulai muncul... (kalau ternyata ada monsternya gimana, hayoo..) teteeeb, nggak berani terlalu jauh dari sang pelatih dulu... wah, ternyata di tengah sini makin merdeka sekali rasanya.. lebih luarbiasa sensasinya.. ikannya lebih banyak.. terumbunya jauh lebih besar dan utuh.. menyenangkan sekali... menyatu dengan laut.. a new me.. a revelation.. i'm aliveee...!
sang dosen snorkeling dan the water nymph. dari hasil pengamatan gue di ruang kuliah alam yang disediakan sonson, pak dosen yang satu ini lebih suka gerakan menekuk lutut lalu meluruskannya kembali dengan gerakan kuat tapi santai. lintasan gerak tumit tetap dalam posisi horisontal, tapi posisi fin diagonal untuk memberi dorongan maju. saat tubuh mulai kehilangan momentum 2-3 detik kemudian, baru kaki sebelahnya yang bergerak serupa. santai seperti irama orang melangkah lebar tapi perlahan. rupanya begitu rahasianya makanya
dia kuat snorkeling lama-lama (gitu nggak son..? tapi kuatir juga kan kalo dengkul kena koral..) sementara dari lili gue dapet beberapa tips gerakan yang lain lagi: antara lain jurus kaki lurus mengayun (sebenernya belum jelas betul karena kursus diberikan secara lisan sambil diperagakan dengan jari tangan. lagian waktu akan dilakukan pengamatan lapangan, sang water nymph keburu sudah melenggang jauh. just like a mermaid do!) tapi intinya sama,
gerakan harus tetap santai. fin nggak boleh kecipak keluar-masuk permukaan air karena akan menghabiskan energi. variasi gerakan dilakukan sesuai kebutuhan atau keinginan. gerakan santai dimaksudkan juga supaya nggak terjadi gelembung sehingga nggak nakutin ikan.. (gitu
kan li?)

ujung kulon, tunggu gue yaaa.. akhirnya waktu untuk snorkeling di hari kedua itu berakhir sudah.. setengah nggak rela gue dipanggil pake sempritan oleh pak joko.. (emangnya doggie..) dan besoknya sudah balik ke daratan jawa lagi.. thanks buat aris, erwin dan aya. thanks buat deni dan dede (yang mencela). thanks buat berry, sonson dan lili (yang mengajarkan). thanks buat semuanya.. termasuk grup cerita misteri/interogasi di malam badai hari pertama, dan grup main kartu/tebak film di malam kedua (tiur, bunda, mbaknur, berry, ebbie, yuke, mbak liz, farah, lili, didin, aster, karin), grup surabaya, grup memotret, grup memancing, grup berkano, dan sekali lagi thanks buat semuanya.. it was such a great experience i had with you all... great!
see y'all on the next trip, 'kay?
-nef-
Wednesday, May 11, 2005
Animason at Karimun

Rada bingung saat pertama kali lihat objek foto Wisma Apung di kepulauan Karimun, ntah mau diapain neh tempat buat ngedapetin angle foto yang bagus, setelah pikir sana sini, yah udah coba di foto beberapa kali dan ternyata hasilnya bisa dilihat kaya diatas.... hi hi hi... yang motret Karina... thanks yah dear....
Sunrise di Karimun
Beberapa saat sebelumnya, suatu pagi hari di Karimun…


Snorkle dan kelapa muda
Beberapa jam sebelumnya, saat kami mengunjungi pulau….

Setelah pelajaran memasang fin dan snorkel selesai, show time!!!! beberapa dari teman-teman langsung nyebur, kagak ada pemanasan… byur byur…. Dan beberapa dari mereka kembali dengan muka… berkernyit… menahan sakit karena…. kram kaki!!! Ha ha ha ha…. Setelah berpuas berkeliling ria, datanglah pak Djoko dengan krunya mengunakan perahu kecil dan merapat di pantai… para krupun turun. Kemudian berjalan ke pinggiran pantai dengan membawa parang, wah ada apa nih?? Apakah salah satu dari kami akan dipenggal untuk makan malam?? Oho tentu tidak, ternyata mereka menghampiri beberapa pohon kelapa, dengan sigap menaiki pohonnya dan mengambil beberapa buah kelapa muda.

Pulang....
Beberapa jam sebelumnya, saat kepulangan dari Karimun….
Diatas perahu yang akan membawa kami kembali ke Pelabuhan Kartini..dach Pak Djoko… dach ikan buntal… dach wisma apung… see ah.. tiba tiba dengan suara khasnya Aris berteriak : “ Coba yah jumlah orang di perahu lebih dari 20 orang sebagian harus pindah!!”.. (oya kami kami pake 2 perahu masing masing perahu hanya dapat menampung sekitar 20 orang +3 org kru kapal) “hah pindah Ris…!!!”, hari gene posisi duduk udah enak neh… padahal saya , Iman, Mumu, mas Dede dan Karin udah janjian satu perahu, soale mau main kartu di atas perahu hi hi … maaf yah Ris abis gimana sih udah nanggung.. dan Bos Arispun dengan pasrah membiarkan perahu melaju… dan sayup sayup terdengar nyanyian “Nenek moyangku seorang pelaut…..” begitu lah kami menyanyi eh lagunya bukan itu yah.. Garuda Pancasila khan..ah biarlah apapun nyanyiannya pokonya kami senang dengan bernyanyi bernyanyi dan bernyanyi.. walau suara parau… Hingga bosan menyanyi, kemudian lapakpun dibuka serta kartupun dibagikan. Saya, mas Dede, Mumu, Iman dan Karin langsung larut dalam permainan dan tak terasa goyangan perahupun membuat Karin terbuai-buai dalam mabuk laut, permainanpun berhenti… Imanpun ketularan mabuk… Mumu juga dan semuanya, satu persatu terbuai buai… tepar melonjor tumpang tindih mirip ikan berjejer..… dan ups…ternyata perut sayapun juga mulai berontak… ach yang cuma bisa dilakukan rebahan doang… hiungga akhirnya pukul 15.00 kurang lebih perahupun tiba di Pelabuan Kartini, saat perahu merapat ke dermaga beberapa orang dari kami tiba tiba dengan sigapnya meloncat dan ngacir menuju daratan ….wus wus begitu bunyinya kencang banget mereka berlari, wah ngapain tuh orang … ternyata mereka lari menyerbu toilet, pantesan di perahu diem adem ayem loh jinawi ha ha ha pada kebelet rupanya… dan siapa yang paling duluan nyampe toilet…. Acchh kayanya saya deh…. Eh nggak dink… udah ada Diknur.. heq heq heq…

Pelabuan Kartini - Rawamangun
Beberapa jam sebelum kami tiba diterminal Rawamangun Jakarta….
Bus yang membawa kami melaju dengan santainya, pukul 6 petang, bispun sudah keluar dari kota Jepara dan di tengah perjalanan bis berhenti tepat di depan toko yang menjual berbagai macam makan khas Kudus. Kamipun semua berhamburan seperti supporter bola yang masuk kedalam stadion yang baru dibuka. Acara tawar menawarpun terjadi. Jenang kudus, keripik, kacang semua diembat, yang haus langsung ambil teh botol, atau minuman lainnya… yang nggak punya duit cuman bengong ajah… hi hi hi
Disinilah terjadi adegan konyol, begitu melihat toilet dengan tampilan depannya dilapisi cat warna merah yang merupakan promosi buat sebuah produk rokok, orang orang rebutan berfoto. Alamak dasar banci foto begitu teriak Aya…
Bispun segera berangkat kembali, tak lama musikpun mengalun..jreng lagunya apa coba tebak bo!!! Yang pasti tiba tiba ada yang menangis!!! He he he hayo ngaku siapa yang nangis…. Hari genee…. Semuanya bersahut sahutan … ha ha ha.. seru juga. Di Semarang beberapa teman ada yang turun karena akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Mas Dede dan Karin ke Solo. Setelah berhai hai salam pisah, bus pun melaju kembali. Dalam perjalanan kali ini saya dapat seat, berdua dengan Indah, ah dapat teman seat seperti doi senang juga, Indah enak diajak ngobrol, dari keluar kota Semarang sampai beberapa jam kemudian kita ngobrol berdua, ngalor ngidul nggak karuan, kalau dibukuin obrolon itu udah 4 buku kali yah. Dari obolan itu ternyata kita punya masalah yang sama yaitu sulit tidur, kalau dalam perjalanan bis, jadinya kita sibuk dengan posisi yang nyaman.. bolak balik duduk sampai nunggingpun ternyata tidak membuat kami lelap hingga tak terasa kamipun tiba di Jakarta, ternyata bukan saya dan Indah saja yang resah nggak bisa tidur, diamping saya Yuke dan disampingnya lagi teman kita, Imas terlihat sangat resah… uch doi resah karena harus mengejar penerbangan pukul 06.00 wib, sementara hare gene jam 4 subuh masih di tol cikampek. Imas adalah salah satu peserta yang datang dari Bontang… duch mbak jauh banget bela-belain ke Karimun… salut dech…Denger2 sich lancar yach penerbangannnya…

Bispun segera berangkat kembali, tak lama musikpun mengalun..jreng lagunya apa coba tebak bo!!! Yang pasti tiba tiba ada yang menangis!!! He he he hayo ngaku siapa yang nangis…. Hari genee…. Semuanya bersahut sahutan … ha ha ha.. seru juga. Di Semarang beberapa teman ada yang turun karena akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Mas Dede dan Karin ke Solo. Setelah berhai hai salam pisah, bus pun melaju kembali. Dalam perjalanan kali ini saya dapat seat, berdua dengan Indah, ah dapat teman seat seperti doi senang juga, Indah enak diajak ngobrol, dari keluar kota Semarang sampai beberapa jam kemudian kita ngobrol berdua, ngalor ngidul nggak karuan, kalau dibukuin obrolon itu udah 4 buku kali yah. Dari obolan itu ternyata kita punya masalah yang sama yaitu sulit tidur, kalau dalam perjalanan bis, jadinya kita sibuk dengan posisi yang nyaman.. bolak balik duduk sampai nunggingpun ternyata tidak membuat kami lelap hingga tak terasa kamipun tiba di Jakarta, ternyata bukan saya dan Indah saja yang resah nggak bisa tidur, diamping saya Yuke dan disampingnya lagi teman kita, Imas terlihat sangat resah… uch doi resah karena harus mengejar penerbangan pukul 06.00 wib, sementara hare gene jam 4 subuh masih di tol cikampek. Imas adalah salah satu peserta yang datang dari Bontang… duch mbak jauh banget bela-belain ke Karimun… salut dech…Denger2 sich lancar yach penerbangannnya…
Tour de TN Karimun : catatan akhir
Subject : Post tour de TN karimun
Date : 08.05.05
Terlalu awal untuk diceritakan, Terlalu sayang hanya untuk di kenang.
Dari perjalanan backpacker ke TN Karimun, ada banyak hal yang tak bisa diucapkan dengan kata atau ditulis melalui catatan, semua begitu indah begitu menyentuh dan sangat begitu berkesan. Dari awal catatan blog saya sempat ada perasaan tak nyaman apakah perjalanan beramai-ramai (40 orang) ber backpackeria akan begitu menyenangkan, lebih2 pada awalnya kita (semua) saling tidak kenal?
Tapi kenyataan berbicara lain, kecintaan yang sama (kepada alam) sifat saling menolong, mau berbagi pengertian dan berbagai kesamaan lainnya membuat waktu 4 hari acara tour d TN karimun terasa begitu cepat. Badan hitam legam tersengat oleh teriknya surya di Karimun tak menghalangi kita untuk terus tertawa bersenda gurau hingga tak terasa hari minggu pagi pukul 05.00 wib bis Muji Jaya yang membawa kami tiba diterminal Rawamangun.
Semua bangun dari tempat duduk, semuapun sibuk, tak banyak kata, saat satu persatu kami mengambil tas, ntah perasaan yang ada di hati masing masing, yang pasti saya merasa sedih karena kesenangan itu begitu cepat berakhir. Yang terdengar adalah ucapan “sampai ketemu lagi… sampai ketemu… sampai berjumpa….thanks yah… kabar kabari yah… kapan ketemu lagii.. uch terasa berat banget, begitu beratnya mendengar kata kata itu…. Saya sendiri cuman bisa diam membisu, yang pasti setelah mengambil ransel, tak kuat rasanya saat satu persatu saya genggam tangan mereka… saya cuman mengucap lirih “sampai ketemu lagi yach….” Dalam hati cuman bisa berbisik kapan lagi… kapan lagi… kita bisa seperti ini…
Date : 08.05.05
Terlalu awal untuk diceritakan, Terlalu sayang hanya untuk di kenang.

Tapi kenyataan berbicara lain, kecintaan yang sama (kepada alam) sifat saling menolong, mau berbagi pengertian dan berbagai kesamaan lainnya membuat waktu 4 hari acara tour d TN karimun terasa begitu cepat. Badan hitam legam tersengat oleh teriknya surya di Karimun tak menghalangi kita untuk terus tertawa bersenda gurau hingga tak terasa hari minggu pagi pukul 05.00 wib bis Muji Jaya yang membawa kami tiba diterminal Rawamangun.
Semua bangun dari tempat duduk, semuapun sibuk, tak banyak kata, saat satu persatu kami mengambil tas, ntah perasaan yang ada di hati masing masing, yang pasti saya merasa sedih karena kesenangan itu begitu cepat berakhir. Yang terdengar adalah ucapan “sampai ketemu lagi… sampai ketemu… sampai berjumpa….thanks yah… kabar kabari yah… kapan ketemu lagii.. uch terasa berat banget, begitu beratnya mendengar kata kata itu…. Saya sendiri cuman bisa diam membisu, yang pasti setelah mengambil ransel, tak kuat rasanya saat satu persatu saya genggam tangan mereka… saya cuman mengucap lirih “sampai ketemu lagi yach….” Dalam hati cuman bisa berbisik kapan lagi… kapan lagi… kita bisa seperti ini…
Sunday, May 01, 2005
Tour de TN Karimun 4-8 Mei 2005

Apa yang dirasakan saat otak sudah lelah serasa akan meledak karena rutinas kerja yang tiada henti?? Kembalilah ke alam!! Alam adalah obat termanjur untuk menyembuhkan pikiran untuk kembali sehat. Di jagat alam kepada hutan kita bisa melepas lelah, kepada sungai kita menyegarkan diri, kepada matahari kita menghangatkan badan, kepada angin kita mendinginkan diri.
Melihat tayangan salah satu saluran tv swasta tentang keindahan alam TN Karimun, membuat hati tergugah untuk sekedar datang melihat keelokan serta merasakan suasana alam yang jauh dari hingar bingar serta pikuk hiruk, riuh rendah serta segala macam keramaian khas kota yang sudah tercemar dengan berbagai macam polusi yang membuat sumpek hati.
Bersama komunitas backpacker akhirnya jadi juga rencana berangkat ke Karimun, lumayanlah di tengah pekerjaan yang nggak ada henti hentinya. Plus menjadi pembimbing buat mahasiswa2 yang mau tugas akhir, cape tapi menyenangkan. Mahasiswa sekarang kritis tapi kadang malasnya minta ampun ...dan yang bikin heran ...beberapa dari mereka, mahasiswa yang saya bimbing untuk tugas akhir , sekarang baru muncul, padahal jadwal preview pertama sebelum ujian sudah dekat...????, ah sudahlah nggak usah dipikirin … kayanya otak kanan musti di “defrag” biar pikiran dan suasana hati jadi refreshing. Berangkat ke Karimun, rencananya sih mau berangkat rame-rame bareng temen2 komunitas backpacker. Acara yang di koordinir Aya bareng Aris Kunlun ternyata menyedot banyak peserta dari teman2 di Indobackpacker.
Total yang terdaftar hingga hari ini udah sekitar 35an orang dari kapasitas maksimal 40 orang. Nggak kebayang deh ntar ramenya kayak apa, orang biasa ber’packerria” 3-4 orang sekarang 40an orang!!!. Ini mah udah bukan nge backpacker lagi tapi udah kaya piknik ajah. Yah udah, kita lihat ajah nanti seru apa nggak…..